fisip | Monday, 05 October 2026 | 08:53 WIB  


Program Studi Kesejahteraan Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (FISIP UWKS) memperkuat kapasitas relawan sosial melalui pelatihan asesmen kasus menggunakan pendekatan Biopsikososialspiritual (BPSS). Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) tersebut digelar di Aula Yayasan Pondok Kasih, Keputih, Surabaya, Kamis (25/9/2026).


Mengangkat tema “Penguatan Kapasitas Relawan Sosial dalam Asesmen Kasus melalui Pelatihan Dasar Pekerjaan Sosial di Forum Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Surabaya”, kegiatan diikuti 32 relawan sosial secara hybrid, baik luring maupun daring.


Pelatihan diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan relawan mengenai dasar-dasar pekerjaan sosial, meningkatkan kompetensi dalam melakukan asesmen kasus sosial, serta memperkuat kemampuan dalam merancang intervensi yang tepat dan etis.


Kegiatan tersebut sekaligus menjadi realisasi kerja sama FISIP UWKS dengan Yayasan Pondok Kasih yang telah ditandatangani pada Agustus 2025 oleh Dekan FISIP UWKS, Sugeng Pujileksono, dan Ketua Yayasan Pondok Kasih Surabaya, Indah Wati, B.A.


Dalam sambutan Ketua Yayasan Pondok Kasih yang dibacakan Asisten Eksekutif YPK, Wiwik Widyawati, pihak yayasan mengapresiasi konsistensi FISIP UWKS dalam merealisasikan kerja sama melalui berbagai program peningkatan kapasitas sumber daya manusia.


“Pelayanan sosial merupakan perpaduan antara pelayanan dan kasih secara profesional. Hati yang melayani tanpa didasari pengetahuan akan kurang berdampak. Oleh karena itu, pelatihan semacam ini dapat meningkatkan value dan kapasitas relawan sosial,” demikian sambutan Ketua Yayasan Pondok Kasih.

Kolaborasi kedua institusi sebelumnya juga telah diwujudkan melalui sejumlah kegiatan. Program Studi Ilmu Perpustakaan FISIP UWKS, misalnya, melakukan pengembangan manajemen mobil pintar serta kegiatan literasi bagi anak-anak pengunjung mobil pintar pada 24 September 2026.


Sementara Program Studi Kesejahteraan Sosial sebelumnya menyelenggarakan pelatihan dasar-dasar pekerjaan sosial pada 29 Agustus 2025 dan pelatihan manajemen Human Services Organisation (HSO) pada 10 April 2026.


Koordinator Relationship Yayasan Pondok Kasih, Johny R.M. Sirait, menilai kolaborasi tersebut sebagai bentuk kerja sama yang produktif karena telah menghasilkan sejumlah kegiatan konkret. Pola kolaborasi itu juga dinilai berpotensi menjadi model kerja sama Yayasan Pondok Kasih dengan perguruan tinggi lainnya.


Integrasikan Teori dan Praktik Lapangan

Pelatihan berlangsung intensif mulai pukul 13.00 hingga 16.00 WIB. Peserta terlebih dahulu mengikuti pre-test untuk mengukur pemahaman awal, kemudian mengikuti post-test pada akhir kegiatan guna melihat peningkatan pengetahuan mengenai asesmen BPSS.

Materi utama Asesmen Biopsikososialspiritual (BPSS) disampaikan Sugeng Pujileksono selaku Ketua Tim PkM. Ia didampingi tim dosen dan mahasiswa yang terdiri atas Heru Dwi Herbowo, Chriestine Lucia Mamuaya, dan Gladis Sagita Putri.


Peserta tidak hanya menerima materi secara teoritis. Para relawan juga melakukan praktik langsung pengisian formulir asesmen BPSS pada kasus individu serta melakukan asesmen komunitas. Pendekatan tersebut diharapkan membuat relawan lebih terampil mengidentifikasi kebutuhan penerima manfaat sebelum menentukan bentuk intervensi sosial.

Ketua Program Studi Kesejahteraan Sosial FISIP UWKS, Heru Dwi Herbowo, menekankan pentingnya penguasaan asesmen BPSS bagi relawan sosial di LKS sebelum melakukan intervensi.


Sugeng Pujileksono menjelaskan, pemilihan Yayasan Pondok Kasih sebagai mitra PkM juga menjadi bagian dari upaya mengintegrasikan pendidikan dan pengajaran di perguruan tinggi dengan praktik pengabdian kepada masyarakat.

“Kami ingin menempatkan yayasan ini sebagai laboratorium berbasis LKS yang nantinya juga menjadi wadah praktik dan magang bagi mahasiswa kami,” ujar Sugeng.


Dorong Profesionalisme Relawan Sosial

Manfaat kegiatan tersebut turut dirasakan para peserta. Salah seorang relawan, Jordan, berharap pelatihan serupa dapat diselenggarakan secara berkelanjutan untuk memperkuat profesionalisme relawan dalam mendampingi kelompok rentan.


Menurutnya, peningkatan kapasitas SDM menjadi penting karena relawan merupakan salah satu ujung tombak pelayanan sosial yang berhadapan langsung dengan masyarakat dan kelompok penerima manfaat.

“Kegiatan semacam ini perlu sering dilakukan agar relawan sosial semakin profesional dalam menjalankan tugasnya mendampingi kelompok rentan yang dibantu,” ungkap Jordan.


Melalui pelatihan tersebut, FISIP UWKS dan Yayasan Pondok Kasih berharap kolaborasi perguruan tinggi dengan lembaga kesejahteraan sosial tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi kemitraan berkelanjutan yang mampu memperkuat kompetensi relawan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan sosial kepada masyarakat.


Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama antara tim PkM FISIP UWKS dan seluruh peserta relawan sosial.