JEMBER– Program Studi Kesejahteraan Sosial, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jember menyelenggarakan Workshop Peningkatan Kualitas Pembelajaran Berwawasan Green Social Work di Gedung Bakorwil Jember, Senin–Selasa, 26–27 Oktober 2026, pukul 08.00–15.00 WIB. Kegiatan ini dihadiri dosen-dosen Prodi Kesejahteraan Sosial FISIP Universitas Jember dan bertujuan mengintegrasikan perspektif lingkungan dan keberlanjutan dalam pembelajaran untuk mendukung Pertanian Industrial Berkelanjutan (PIB).
Workshop dibuka oleh Wakil Dekan II FISIP Universitas Jember, Budhy Santoso. Dalam sambutannya, Budhy menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya mengimplementasikan visi universitas dan fakultas, khususnya dalam mendukung pembangunan pertanian industrial yang berkelanjutan.
Ketua Program Studi Kesejahteraan Sosial Unej Kusuma Wulandari, menjelaskan bahwa workshop ini diarahkan untuk menghasilkan luaran konkret berupa perangkat pembelajaran, termasuk Lembar Kerja Mahasiswa (LKM) pada sejumlah mata kuliah yang mengintegrasikan perspektif green social work dengan konteks PIB.
Salah satu materi disampaikan oleh Dr. Sugeng Pujileksono, M.Si., (Dekan FISIP UWKS) yang mengulas pentingnya perspektif green social work dalam pendidikan dan praktik pekerjaan sosial. Menurut Sugeng, kesejahteraan manusia tidak dapat dipisahkan dari keberlanjutan lingkungan karena kerusakan ekosistem dapat berdampak langsung pada penghidupan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat, terutama kelompok rentan.
“Green social work mengajak kita memahami bahwa persoalan lingkungan juga merupakan persoalan kesejahteraan sosial. Karena itu, pekerjaan sosial perlu mengintegrasikan dimensi ekologis dalam asesmen, intervensi, dan pemberdayaan masyarakat,” demikian pokok pemikiran yang disampaikan Sugeng.
Dalam konteks PIB, perspektif ini dapat digunakan untuk mengkaji dampak pembangunan pertanian terhadap petani, buruh tani, keluarga pedesaan, dan komunitas lokal. Pembelajaran juga perlu mendorong mahasiswa menganalisis ketahanan pangan, akses sumber daya, ketimpangan sosial, serta partisipasi masyarakat dalam pembangunan berkelanjutan.
Melalui workshop selama dua hari ini, Prodi Kesejahteraan Sosial FISIP Universitas Jember berharap perangkat pembelajaran yang dihasilkan dapat diterapkan secara konkret dalam perkuliahan. Integrasi green social work diharapkan membekali mahasiswa dengan kemampuan menganalisis persoalan sosial dan lingkungan secara komprehensif serta berkontribusi pada pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan.