fisip | Monday, 21 September 2026 | 09:01 WIB  


Probolinggo, 15 September 2026


Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wijaya Kusuma Surabaya melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Belajar Meneliti untuk Memahami Masyarakat: Penguatan Literasi Penelitian Sosial di MA Al Husna Probolinggo.”


Kegiatan yang berlangsung di MA Al Husna Probolinggo tersebut diikuti oleh 70 peserta, terdiri atas 50 siswa dan 20 guru. Program ini bertujuan memperkuat literasi penelitian sosial sekaligus menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, sistematis, dan berbasis data di kalangan siswa.


Dua narasumber dari Program Studi Sosiologi FISIP Universitas Wijaya Kusuma Surabaya hadir dalam kegiatan tersebut, yaitu Dra. Azizah Alie, M.Si. dan Dr. Abdus Sair, S.Sos., M.Sosio.


Pada sesi pertama, Dra. Azizah Alie, M.Si. memberikan pengenalan mengenai **metodologi penelitian sosial**, terutama pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Peserta diajak memahami penelitian sosial sebagai proses ilmiah yang dilakukan secara sistematis untuk mengumpulkan, menganalisis, dan menafsirkan data mengenai berbagai fenomena yang terjadi di masyarakat.


Materi juga membahas perbedaan karakteristik penelitian kualitatif dan kuantitatif. Pendekatan kualitatif diarahkan untuk memahami makna, pengalaman, dan proses sosial secara mendalam, sedangkan pendekatan kuantitatif digunakan untuk mengukur fenomena sosial melalui data angka dan statistik.


Selain itu, siswa diperkenalkan dengan tahapan penelitian mulai dari menentukan topik, melakukan kajian pustaka, merumuskan masalah, mengumpulkan data, menganalisis data hingga menyusun laporan penelitian.


Materi dibuat dekat dengan kehidupan siswa. Salah satu contoh yang digunakan adalah fenomena perundungan atau bullying di lingkungan sekolah, untuk menunjukkan bagaimana satu persoalan dapat dikaji melalui pendekatan kuantitatif maupun kualitatif.


Sesi berikutnya disampaikan oleh Dr. Abdus Sair, S.Sos., M.Sosio. yang menekankan pentingnya penelitian sebagai cara untuk memperoleh fakta, membedakan fakta dari mitos dan asumsi, serta menghasilkan dasar yang lebih kuat dalam mengambil keputusan.


Peserta kemudian diperkenalkan dengan teknik dasar pengumpulan data seperti observasi, wawancara, dan survei. Siswa didorong untuk memulai penelitian dari persoalan yang dekat dengan kehidupan mereka, baik di sekolah, desa, maupun lingkungan masyarakat.

Dalam pelaksanaan penelitian, peserta juga diingatkan bahwa kualitas data sangat ditentukan oleh perencanaan yang jelas, hubungan yang baik dengan partisipan, kepatuhan terhadap etika penelitian, serta pencatatan data yang akurat dan sistematis. Data yang telah terkumpul selanjutnya perlu dianalisis untuk menemukan pola, tema, dan makna serta menjadi dasar dalam penyusunan kesimpulan maupun rekomendasi.

Antusiasme peserta terlihat dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Sebanyak lima siswa mengajukan pertanyaan kepada narasumber dengan topik yang beragam, mulai dari pentingnya penelitian sosial hingga perkembangan penelitian sosial di era digital.


Diskusi mengenai era digital menjadi menarik karena perkembangan teknologi telah memengaruhi pola komunikasi, interaksi, serta kehidupan sosial masyarakat. Kondisi tersebut sekaligus membuka banyak peluang bagi siswa untuk melihat berbagai fenomena di lingkungan digital sebagai objek yang dapat diteliti secara ilmiah.


Selain penyampaian materi, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) sebagai bagian dari penguatan kerja sama kelembagaan. Penandatanganan MoA diharapkan menjadi landasan bagi pengembangan kolaborasi yang lebih berkelanjutan dalam bidang pendidikan, penelitian, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta Pengabdian kepada Masyarakat.


Keterlibatan 20 guru dalam kegiatan turut memperkuat keberlanjutan program. Guru diharapkan dapat mendorong siswa untuk membangun rasa ingin tahu, mengembangkan pertanyaan kritis, serta membiasakan penggunaan data dan bukti dalam memahami berbagai persoalan sosial.


Melalui kegiatan “Belajar Meneliti untuk Memahami Masyarakat”, siswa diharapkan semakin memahami bahwa penelitian tidak hanya menjadi aktivitas akademik di perguruan tinggi. Penelitian dapat dimulai dari rasa ingin tahu terhadap persoalan sederhana di sekitar mereka, kemudian dikembangkan melalui proses yang sistematis, etis, dan berbasis data.


Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi serta memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam membangun budaya akademik dan literasi penelitian sosial sejak jenjang pendidikan menengah.