Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas
Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) terus memperkuat langkah internasionalisasi
pendidikan. Salah satunya diwujudkan melalui program Global Classroom dengan
menghadirkan akademisi internasional dari India, Prof. Kaushalya dari Indira
Gandhi National Open University (IGNOU), New Delhi, India, Kamis (17/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00–11.00 WIB di Ruang
Candika UWKS tersebut menjadi ruang perjumpaan akademik lintas negara sekaligus
memberikan pengalaman pembelajaran internasional kepada mahasiswa baru FISIP
UWKS Tahun Akademik 2026/2027.
Kehadiran Prof. Kaushalya di UWKS merupakan bagian
dari penugasannya sebagai utusan Indian Council for Cultural Relations (ICCR).
Dalam Global Classroom tersebut, mahasiswa yang mengikuti mata kuliah Pengantar
Antropologi Budaya serta Politik Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional
memperoleh kesempatan berinteraksi langsung dengan akademisi asal India.
Kegiatan dibuka oleh Dekan FISIP UWKS, Dr. Sugeng
Pujileksono, M.Si., dan dipandu oleh Dr. Mandra Nur Alia, S.Hub.Int.,
M.IP. Turut hadir Wakil Dekan Bidang Akademik FISIP UWKS, Dr. Abdus
Sair, S.Sos., M.Sosio.
Dalam sambutannya, Dr. Sugeng Pujileksono mengatakan bahwa
Global Classroom merupakan bagian dari agenda strategis internasionalisasi
FISIP UWKS. Menurutnya, internasionalisasi perguruan tinggi tidak hanya
diwujudkan melalui kerja sama kelembagaan, tetapi juga perlu hadir secara nyata
dalam proses pembelajaran mahasiswa.
Melalui pertemuan langsung dengan akademisi dari berbagai
negara, mahasiswa diharapkan mampu mengenal beragam perspektif sekaligus
membangun cara pandang yang lebih luas terhadap dinamika sosial, budaya,
politik, dan hubungan internasional.
Menariknya, Dr. Sugeng juga menghubungkan kehadiran Prof.
Kaushalya dengan sejarah dan identitas Universitas Wijaya Kusuma Surabaya.
“Nama Wijaya dalam Universitas Wijaya Kusuma berasal dari
bahasa Sanskerta, yaitu vijaya, yang berarti kemenangan,” jelas Dr. Sugeng.
Ia kemudian mengajak mahasiswa menelusuri kembali akar
historis nama tersebut melalui sosok Raden Wijaya, pendiri Kerajaan Majapahit,
yang dikenal dengan nama kebesaran Nararya Sangramawijaya Sri Kertarajasa
Jayawardhana.
Menurutnya, kehadiran Prof. Kaushalya yang memiliki keahlian
dalam bahasa dan kebudayaan Sanskerta menjadi semakin menarik karena membuka
ruang untuk melihat hubungan sejarah dan kebudayaan antara India dan Nusantara.
“Dengan demikian, kehadiran Prof. Kaushalya yang merupakan
ahli bahasa dan kebudayaan Sanskerta memiliki relevansi yang menarik dengan
identitas UWKS. Ada hubungan kultural yang dapat kita gali antara warisan
Sanskerta, sejarah Nusantara, dan hubungan kebudayaan Indonesia dengan India,”
ungkapnya.
Prof. Kaushalya Terpesona Kekayaan Budaya Indonesia
Pada awal pemaparannya, Prof. Kaushalya menyampaikan
kegembiraannya dapat hadir dan berbagi pengetahuan bersama mahasiswa baru FISIP
UWKS. Ia juga memberikan perhatian khusus terhadap lingkungan kampus UWKS.
Akademisi asal India tersebut mengaku terkesan dengan
ornamen dan berbagai unsur visual yang ditemuinya di lingkungan kampus.
Menurutnya, elemen-elemen tersebut memberikan gambaran mengenai kekayaan budaya
Indonesia dan menjadi bagian menarik dari pengalaman kunjungannya selama berada
di Surabaya.
Dalam sesi Global Classroom, Prof. Kaushalya mengajak
mahasiswa memahami berbagai konsep dasar dalam antropologi budaya. Materi yang
disampaikan meliputi definisi kebudayaan, pengertian antropologi budaya, ruang
lingkup antropologi budaya, hingga berbagai bentuk kebudayaan dalam kehidupan
masyarakat.
Pembelajaran menjadi semakin menarik karena mahasiswa tidak
hanya memperoleh penjelasan konseptual, tetapi juga mendapatkan perspektif dari
akademisi yang memiliki latar belakang sosial dan kebudayaan berbeda.
Interaksi lintas negara tersebut diharapkan memperluas
wawasan mahasiswa mengenai keberagaman budaya, hubungan antarbudaya, sekaligus
keterkaitan historis dan kultural antara India dan Indonesia.
Pengalaman Internasional Sejak Menjadi Mahasiswa Baru
Bagi mahasiswa baru FISIP UWKS, Global Classroom menjadi
salah satu pengalaman awal merasakan atmosfer akademik internasional sejak
memasuki perguruan tinggi.
Mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan melalui buku
dan pembelajaran reguler di ruang kuliah, tetapi juga berkesempatan berdialog
secara langsung dengan profesor dari perguruan tinggi internasional.
Program Global Classroom bersama Prof. Kaushalya dijadwalkan
berlangsung dalam dua sesi. Sesi pertama dilaksanakan pada Kamis, 17 September
2026, sedangkan sesi kedua akan digelar pada Kamis, 24 September 2026.
Penyelenggaraan dua sesi tersebut menjadi bagian dari upaya
FISIP UWKS membangun proses pembelajaran yang semakin terbuka, interaktif, dan
berorientasi global.
Melalui Global Classroom, FISIP UWKS juga ingin mendorong
mahasiswa memiliki wawasan internasional tanpa kehilangan pemahaman terhadap
akar budaya lokal dan sejarah bangsa.
Pertemuan antara perspektif akademik India, warisan bahasa
Sanskerta, dan sejarah Majapahit menunjukkan bahwa pembelajaran ilmu sosial dan
politik dapat menjadi ruang dialog yang mempertemukan sejarah, kebudayaan, dan
dinamika masyarakat global.
Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat komitmen FISIP
Universitas Wijaya Kusuma Surabaya dalam mengembangkan internasionalisasi
pendidikan, memperluas jejaring akademik global, serta menghadirkan pengalaman
pembelajaran yang menghubungkan mahasiswa dengan berbagai perspektif masyarakat
dunia.