fisip | Monday, 05 October 2026 | 09:39 WIB  


Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) terus memperkuat langkah internasionalisasi pendidikan. Salah satunya diwujudkan melalui program Global Classroom dengan menghadirkan akademisi internasional dari India, Prof. Kaushalya dari Indira Gandhi National Open University (IGNOU), New Delhi, India, Kamis (17/9/2026).


Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00–11.00 WIB di Ruang Candika UWKS tersebut menjadi ruang perjumpaan akademik lintas negara sekaligus memberikan pengalaman pembelajaran internasional kepada mahasiswa baru FISIP UWKS Tahun Akademik 2026/2027.


Kehadiran Prof. Kaushalya di UWKS merupakan bagian dari penugasannya sebagai utusan Indian Council for Cultural Relations (ICCR). Dalam Global Classroom tersebut, mahasiswa yang mengikuti mata kuliah Pengantar Antropologi Budaya serta Politik Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional memperoleh kesempatan berinteraksi langsung dengan akademisi asal India.

Kegiatan dibuka oleh Dekan FISIP UWKS, Dr. Sugeng Pujileksono, M.Si., dan dipandu oleh Dr. Mandra Nur Alia, S.Hub.Int., M.IP. Turut hadir Wakil Dekan Bidang Akademik FISIP UWKS, Dr. Abdus Sair, S.Sos., M.Sosio.

Dalam sambutannya, Dr. Sugeng Pujileksono mengatakan bahwa Global Classroom merupakan bagian dari agenda strategis internasionalisasi FISIP UWKS. Menurutnya, internasionalisasi perguruan tinggi tidak hanya diwujudkan melalui kerja sama kelembagaan, tetapi juga perlu hadir secara nyata dalam proses pembelajaran mahasiswa.


Melalui pertemuan langsung dengan akademisi dari berbagai negara, mahasiswa diharapkan mampu mengenal beragam perspektif sekaligus membangun cara pandang yang lebih luas terhadap dinamika sosial, budaya, politik, dan hubungan internasional.

Menariknya, Dr. Sugeng juga menghubungkan kehadiran Prof. Kaushalya dengan sejarah dan identitas Universitas Wijaya Kusuma Surabaya.

“Nama Wijaya dalam Universitas Wijaya Kusuma berasal dari bahasa Sanskerta, yaitu vijaya, yang berarti kemenangan,” jelas Dr. Sugeng.

Ia kemudian mengajak mahasiswa menelusuri kembali akar historis nama tersebut melalui sosok Raden Wijaya, pendiri Kerajaan Majapahit, yang dikenal dengan nama kebesaran Nararya Sangramawijaya Sri Kertarajasa Jayawardhana.

Menurutnya, kehadiran Prof. Kaushalya yang memiliki keahlian dalam bahasa dan kebudayaan Sanskerta menjadi semakin menarik karena membuka ruang untuk melihat hubungan sejarah dan kebudayaan antara India dan Nusantara.

“Dengan demikian, kehadiran Prof. Kaushalya yang merupakan ahli bahasa dan kebudayaan Sanskerta memiliki relevansi yang menarik dengan identitas UWKS. Ada hubungan kultural yang dapat kita gali antara warisan Sanskerta, sejarah Nusantara, dan hubungan kebudayaan Indonesia dengan India,” ungkapnya.


Prof. Kaushalya Terpesona Kekayaan Budaya Indonesia

Pada awal pemaparannya, Prof. Kaushalya menyampaikan kegembiraannya dapat hadir dan berbagi pengetahuan bersama mahasiswa baru FISIP UWKS. Ia juga memberikan perhatian khusus terhadap lingkungan kampus UWKS.

Akademisi asal India tersebut mengaku terkesan dengan ornamen dan berbagai unsur visual yang ditemuinya di lingkungan kampus. Menurutnya, elemen-elemen tersebut memberikan gambaran mengenai kekayaan budaya Indonesia dan menjadi bagian menarik dari pengalaman kunjungannya selama berada di Surabaya.

Dalam sesi Global Classroom, Prof. Kaushalya mengajak mahasiswa memahami berbagai konsep dasar dalam antropologi budaya. Materi yang disampaikan meliputi definisi kebudayaan, pengertian antropologi budaya, ruang lingkup antropologi budaya, hingga berbagai bentuk kebudayaan dalam kehidupan masyarakat.

Pembelajaran menjadi semakin menarik karena mahasiswa tidak hanya memperoleh penjelasan konseptual, tetapi juga mendapatkan perspektif dari akademisi yang memiliki latar belakang sosial dan kebudayaan berbeda.

Interaksi lintas negara tersebut diharapkan memperluas wawasan mahasiswa mengenai keberagaman budaya, hubungan antarbudaya, sekaligus keterkaitan historis dan kultural antara India dan Indonesia.


Pengalaman Internasional Sejak Menjadi Mahasiswa Baru

Bagi mahasiswa baru FISIP UWKS, Global Classroom menjadi salah satu pengalaman awal merasakan atmosfer akademik internasional sejak memasuki perguruan tinggi.

Mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan melalui buku dan pembelajaran reguler di ruang kuliah, tetapi juga berkesempatan berdialog secara langsung dengan profesor dari perguruan tinggi internasional.

Program Global Classroom bersama Prof. Kaushalya dijadwalkan berlangsung dalam dua sesi. Sesi pertama dilaksanakan pada Kamis, 17 September 2026, sedangkan sesi kedua akan digelar pada Kamis, 24 September 2026.

Penyelenggaraan dua sesi tersebut menjadi bagian dari upaya FISIP UWKS membangun proses pembelajaran yang semakin terbuka, interaktif, dan berorientasi global.

Melalui Global Classroom, FISIP UWKS juga ingin mendorong mahasiswa memiliki wawasan internasional tanpa kehilangan pemahaman terhadap akar budaya lokal dan sejarah bangsa.

Pertemuan antara perspektif akademik India, warisan bahasa Sanskerta, dan sejarah Majapahit menunjukkan bahwa pembelajaran ilmu sosial dan politik dapat menjadi ruang dialog yang mempertemukan sejarah, kebudayaan, dan dinamika masyarakat global.

Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat komitmen FISIP Universitas Wijaya Kusuma Surabaya dalam mengembangkan internasionalisasi pendidikan, memperluas jejaring akademik global, serta menghadirkan pengalaman pembelajaran yang menghubungkan mahasiswa dengan berbagai perspektif masyarakat dunia.