fisip | Monday, 05 October 2026 | 15:11 WIB  


SURAKARTA, 23 September 2026 — Empat dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) dipercaya menjadi bagian dari kepengurusan Himpunan Indonesia untuk Pengembangan Ilmu-Ilmu Sosial (HIPIIS) Wilayah Jawa Timur periode 2026–2030. Pelantikan berlangsung di sela-sela Seminar Nasional HIPIIS yang bekerja sama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret (UNS), Rabu (23/9/2026), di Auditorium G.P.H. Haryo Mataram, UNS.

Keempat dosen FISIP UWKS yang dilantik dalam kepengurusan HIPIIS Wilayah Jawa Timur tersebut adalah Dr. Umar Sholahudin, S.Sosio., M.Sosio. sebagai Sekretaris Umum, Dr. Mandra Nur Alia, S.Hub.Int’l., M.IP. sebagai Wakil Bendahara, Dr. Drs. Sugeng Pujileksono, M.Si. sebagai Komisi Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan, serta Dr. Abdus Sair, S.Sos., M.Sosio. sebagai Komisi Diskusi dan Publikasi.

Prosesi pelantikan pengurus HIPIIS Jawa Timur dilaksanakan bersama dengan pelantikan pengurus HIPIIS Jawa Tengah. Pelantikan dilakukan oleh Sekretaris Umum HIPIIS, Prof. Dr. Makmun Murod, M.Si., yang juga menjabat sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta.

Memperluas Jejaring Akademik FISIP UWKS

Keterlibatan empat dosen FISIP UWKS dalam kepengurusan HIPIIS Jawa Timur menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring akademik dan kerja sama antarperguruan tinggi dalam pengembangan ilmu-ilmu sosial.

Bagi FISIP UWKS, organisasi keilmuan seperti HIPIIS dapat menjadi ruang strategis untuk mempertemukan akademisi dari berbagai disiplin ilmu sosial, mengembangkan kolaborasi penelitian, pendidikan dan pelatihan, diskusi ilmiah, serta publikasi akademik.

Keterlibatan tersebut juga diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang kolaborasi bagi dosen dan mahasiswa FISIP UWKS dengan perguruan tinggi serta akademisi dari berbagai daerah di Indonesia.

Keempat dosen tersebut membawa bidang tugas yang saling melengkapi, mulai dari pengembangan pendidikan dan pelatihan, penguatan administrasi organisasi, hingga pengembangan forum diskusi dan publikasi ilmiah.

Ilmu Sosial untuk Negara yang Berkeadilan dan Berkeadaban

Seminar Nasional HIPIIS mengangkat tema “Peranan Ilmu-Ilmu Sosial dalam Membangun Negara yang Berkeadilan dan Berkeadaban Berbasis Budaya.”

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.30 hingga 13.00 WIB tersebut dibuka oleh Ketua Harian HIPIIS, Dr. M. Alfan Alfian, M.Si. Seminar menghadirkan sejumlah akademisi dan tokoh nasional, yakni Lukman Hakim, Ph.D. dari UNS, Prof. Dr. Wasino dari Universitas Negeri Semarang, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.AP. selaku Penasihat Presiden, serta Prof. Dr. Falih Suaedi dari Universitas Airlangga.

Turut hadir Prof. (Hon.) Dr. Fadli Zon, M.Sc., Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, yang memberikan keynote speech dalam seminar nasional tersebut.

Dalam sambutannya, Fadli Zon menyampaikan bahwa Indonesia merupakan mega cultural diversity, yaitu ruang yang memiliki keragaman budaya sangat besar dan dapat berfungsi sebagai laboratorium keragaman. Menurutnya, setiap daerah di Indonesia memiliki pengetahuan lokal yang dapat dikembangkan oleh para ilmuwan sosial.

Keragaman budaya Indonesia, dalam konteks tersebut, tidak hanya menjadi kekayaan identitas bangsa, tetapi juga menyediakan sumber pengetahuan yang dapat dikaji, dikembangkan, dan dikontribusikan bagi pembangunan masyarakat.

HIPIIS Menjadi Ruang Pertemuan Berbagai Ilmu Sosial

Sementara itu, Ketua Umum HIPIIS Wilayah Jawa Timur, Prof. Dr. Falih Suaedi, yang juga menjadi salah satu narasumber seminar nasional, menyampaikan bahwa HIPIIS merupakan salah satu organisasi keilmuan yang dapat mempertemukan berbagai disiplin ilmu sosial yang berdiri sejak 1974.

Menurutnya, keberagaman perspektif dalam ilmu-ilmu sosial menjadi penting karena persoalan masyarakat semakin kompleks dan tidak dapat dilihat hanya dari satu disiplin ilmu.

Semangat mempertemukan berbagai disiplin tersebut sejalan dengan kebutuhan pengembangan ilmu sosial yang semakin menuntut kolaborasi, dialog lintas keilmuan, serta kemampuan membaca perubahan sosial dan budaya secara komprehensif.

Bagi FISIP UWKS, keterlibatan empat dosen dalam kepengurusan HIPIIS Wilayah Jawa Timur periode 2026–2030 menjadi momentum untuk memperkuat posisi fakultas dalam jejaring akademik ilmu-ilmu sosial di tingkat regional maupun nasional.

Melalui kepengurusan tersebut, FISIP UWKS diharapkan semakin aktif membangun kolaborasi dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, publikasi ilmiah, pengembangan kapasitas akademik, serta forum-forum ilmiah lintas perguruan tinggi.

Keikutsertaan dalam HIPIIS sekaligus mempertegas komitmen FISIP UWKS untuk terus mengembangkan ilmu-ilmu sosial yang relevan dengan dinamika masyarakat dan mampu memberikan kontribusi bagi pembangunan Indonesia yang berkeadilan, berkeadaban, dan berbasis pada kekayaan budaya bangsa.