SURAKARTA, 23 September 2026 — Empat dosen Fakultas Ilmu
Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS)
dipercaya menjadi bagian dari kepengurusan Himpunan Indonesia untuk
Pengembangan Ilmu-Ilmu Sosial (HIPIIS) Wilayah Jawa Timur periode 2026–2030.
Pelantikan berlangsung di sela-sela Seminar Nasional HIPIIS yang bekerja sama
dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret (UNS), Rabu (23/9/2026),
di Auditorium G.P.H. Haryo Mataram, UNS.
Keempat dosen FISIP UWKS yang dilantik dalam kepengurusan
HIPIIS Wilayah Jawa Timur tersebut adalah Dr. Umar Sholahudin, S.Sosio.,
M.Sosio. sebagai Sekretaris Umum, Dr. Mandra Nur Alia, S.Hub.Int’l.,
M.IP. sebagai Wakil Bendahara, Dr. Drs. Sugeng Pujileksono, M.Si. sebagai
Komisi Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan, serta Dr. Abdus Sair, S.Sos.,
M.Sosio. sebagai Komisi Diskusi dan Publikasi.
Prosesi pelantikan pengurus HIPIIS Jawa Timur dilaksanakan
bersama dengan pelantikan pengurus HIPIIS Jawa Tengah. Pelantikan dilakukan
oleh Sekretaris Umum HIPIIS, Prof. Dr. Makmun Murod, M.Si., yang juga
menjabat sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta.
Memperluas Jejaring Akademik FISIP UWKS
Keterlibatan empat dosen FISIP UWKS dalam kepengurusan
HIPIIS Jawa Timur menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring akademik dan
kerja sama antarperguruan tinggi dalam pengembangan ilmu-ilmu sosial.
Bagi FISIP UWKS, organisasi keilmuan seperti HIPIIS dapat
menjadi ruang strategis untuk mempertemukan akademisi dari berbagai disiplin
ilmu sosial, mengembangkan kolaborasi penelitian, pendidikan dan pelatihan,
diskusi ilmiah, serta publikasi akademik.
Keterlibatan tersebut juga diharapkan dapat membuka lebih
banyak peluang kolaborasi bagi dosen dan mahasiswa FISIP UWKS dengan perguruan
tinggi serta akademisi dari berbagai daerah di Indonesia.
Keempat dosen tersebut membawa bidang tugas yang saling
melengkapi, mulai dari pengembangan pendidikan dan pelatihan, penguatan
administrasi organisasi, hingga pengembangan forum diskusi dan publikasi
ilmiah.
Ilmu Sosial untuk Negara yang Berkeadilan dan Berkeadaban
Seminar Nasional HIPIIS mengangkat tema “Peranan Ilmu-Ilmu
Sosial dalam Membangun Negara yang Berkeadilan dan Berkeadaban Berbasis
Budaya.”
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.30 hingga 13.00 WIB
tersebut dibuka oleh Ketua Harian HIPIIS, Dr. M. Alfan Alfian, M.Si.
Seminar menghadirkan sejumlah akademisi dan tokoh nasional, yakni Lukman
Hakim, Ph.D. dari UNS, Prof. Dr. Wasino dari Universitas Negeri
Semarang, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.AP. selaku Penasihat Presiden,
serta Prof. Dr. Falih Suaedi dari Universitas Airlangga.
Turut hadir Prof. (Hon.) Dr. Fadli Zon, M.Sc., Menteri
Kebudayaan Republik Indonesia, yang memberikan keynote speech dalam seminar
nasional tersebut.
Dalam sambutannya, Fadli Zon menyampaikan bahwa Indonesia
merupakan mega cultural diversity, yaitu ruang yang memiliki keragaman budaya
sangat besar dan dapat berfungsi sebagai laboratorium keragaman. Menurutnya,
setiap daerah di Indonesia memiliki pengetahuan lokal yang dapat dikembangkan
oleh para ilmuwan sosial.
Keragaman budaya Indonesia, dalam konteks tersebut, tidak
hanya menjadi kekayaan identitas bangsa, tetapi juga menyediakan sumber
pengetahuan yang dapat dikaji, dikembangkan, dan dikontribusikan bagi
pembangunan masyarakat.
HIPIIS Menjadi Ruang Pertemuan Berbagai Ilmu Sosial
Sementara itu, Ketua Umum HIPIIS Wilayah Jawa Timur, Prof.
Dr. Falih Suaedi, yang juga menjadi salah satu narasumber seminar nasional,
menyampaikan bahwa HIPIIS merupakan salah satu organisasi keilmuan yang dapat
mempertemukan berbagai disiplin ilmu sosial yang berdiri sejak 1974.
Menurutnya, keberagaman perspektif dalam ilmu-ilmu sosial
menjadi penting karena persoalan masyarakat semakin kompleks dan tidak dapat
dilihat hanya dari satu disiplin ilmu.
Semangat mempertemukan berbagai disiplin tersebut sejalan
dengan kebutuhan pengembangan ilmu sosial yang semakin menuntut kolaborasi,
dialog lintas keilmuan, serta kemampuan membaca perubahan sosial dan budaya
secara komprehensif.
Bagi FISIP UWKS, keterlibatan empat dosen dalam kepengurusan
HIPIIS Wilayah Jawa Timur periode 2026–2030 menjadi momentum untuk memperkuat
posisi fakultas dalam jejaring akademik ilmu-ilmu sosial di tingkat regional
maupun nasional.
Melalui kepengurusan tersebut, FISIP UWKS diharapkan semakin
aktif membangun kolaborasi dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian
kepada masyarakat, publikasi ilmiah, pengembangan kapasitas akademik, serta
forum-forum ilmiah lintas perguruan tinggi.
Keikutsertaan dalam HIPIIS sekaligus mempertegas komitmen
FISIP UWKS untuk terus mengembangkan ilmu-ilmu sosial yang relevan dengan
dinamika masyarakat dan mampu memberikan kontribusi bagi pembangunan Indonesia
yang berkeadilan, berkeadaban, dan berbasis pada kekayaan budaya bangsa.